Haflah Muwadda’ah MTsN 2 Jepara

0
66

MTsN 2 Jepara sukses menggelar kegiatan Haflah Muwadda’ah pada Rabu (20/05/2026) sebagai bentuk pelepasan dan perpisahan siswa kelas IX. Acara berlangsung meriah, khidmat, dan penuh haru dengan menghadirkan berbagai penampilan menarik serta rangkaian kegiatan religius dan budaya.

Kegiatan diawali dengan kirab peserta haflah yang berlangsung tertib dan semarak. Para siswa berjalan memasuki lokasi acara dengan penuh semangat didampingi iringan yang menambah kemeriahan suasana. Kirab tersebut menjadi simbol perjalanan dan perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di MTsN 2 Jepara.

Acara kemudian dibuka dengan penampilan Tari Kipas yang memukau para tamu undangan. Gerakan anggun para penari berhasil menciptakan suasana hangat dan penuh kekaguman dari seluruh hadirin.

Memasuki acara inti, pembawa acara Muhammad Abiyu siswa kelas 7H (Sains) dan Arsyadul Latif siswa kelas 8H (Sains) membuka kegiatan secara resmi dengan menggunakan Bahasa Arab dengan lantang. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka penuh berkah yang dilantunkan oleh Jesika Putri Listiyono siswi kelas 7I (Tahfidz). Selanjutnya dilaksanakan khotmil Qur’an oleh siswa kelas unggulan tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama belajar di madrasah. Lulusan program unggulan tahfidz merupakan lulusan tahun pertama di MTsN 2 Jepara.

Prosesi wisuda menjadi salah satu momen paling haru dalam kegiatan tersebut. Para siswa kelas akhir secara bergantian mengikuti prosesi pelepasan dan menerima ucapan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di MTsN 2 Jepara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Bapak Akhsan Muhyiddin, S.E., MM. turut hadir memberikan sambutan dan pembinaan kepada para siswa. Dalam pesannya, beliau mengajak para lulusan untuk menjadi generasi yang ahlil ilmu, berakhlakul karimah, dan ahlus shodaqoh. “Semoga kalian semua menjadi generasi yang termasuk ahlil ‘ilmi, wa ahlil khoir, ahlus shodaqoh, yakni menjadi pribadi yang berilmu, yang berakhlakul karimah, dan suka bershodaqoh, serta senantiasa dekat kepada Allah melalui doa-doa yang dipanjatkan,” ujar beliau.

“Ikuti proses yang harus dilalui, tidak ada sesuatu yang sulit jika kita ingin menggapainya, Allah Insya Allah meridhoi dan mewujudkan proses yang kalian lalui jika mempunyai niat untuk mewujudkannya, maka niatkan untuk menjadi generasi penerus yang cerdas dan memiliki akhlakul karimah.” Tambahnya.