MTs Negeri 2 Jepara Kenang Jasa Pendiri Madrasah melalui Tahtimul Qur’an

0
18

Jepara – MTs Negeri 2 Jepara menggelar kegiatan Tahtimul Qur’an dalam rangka Khoul Simbah KH. Ahmad Thohir yang ke 12, beliau merupakan pendiri Madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/09/2026). Sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan perjuangan beliau dalam merintis dan mengembangkan pendidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan khoul diisi dengan rangkaian Tahtimul Qur’an di makam Mbah Thohir.

Kegiatan diawali dengan persiapan dan keberangkatan keluarga besar MTs Negeri 2 Jepara baik siswa, guru, dan pegawai menuju makam Mbah Thohir. Setibanya di makam, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dengan tujuh kali khataman, lima khataman dari siswa sedangkan dua khataman dari bapak ibu guru dan pegawai. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa selama pelaksanaan Tahtimul Qur’an.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mendoakan Mbah Thohir, tetapi juga menjadi sarana bagi keluarga besar madrasah untuk mengenang kembali perjuangan beliau dalam meletakkan dasar pendidikan yang hingga kini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi penerus.

Kepala MTs Negeri 2 Jepara Bapak Sisnodo, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa mengenang para pendiri madrasah merupakan bagian penting dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan semangat pengabdian yang telah diwariskan.

“Kita tidak boleh melupakan jasa dan perjuangan para pendiri madrasah. Apa yang telah beliau rintis harus terus kita jaga dan kita kembangkan. Mari kita teruskan perjuangan beliau dengan memberikan yang terbaik bagi madrasah dan generasi penerus.” Ujarnya.

Melalui kegiatan khoul ini, keluarga besar MTs Negeri 2 Jepara diharapkan dapat meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian Mbah Thohir. Nilai-nilai tersebut menjadi pijakan untuk terus membangun madrasah agar semakin maju serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Tahtimul Qur’an di makam Mbah Thohir pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta bahwa keberadaan madrasah hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Mengenang perjuangan mereka bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus melanjutkan perjuangan dan menjaga amanah pendidikan.